I Hope....

Sabtu, 29 September 2012
Jantungku masih berdetak kencang,tubuhku gemetar dan dingin,lutuku lemas tak mampu menopang tubuhku lagi untuk berdiri,ada apa ini?Mungkin memang ini terjadi begitu cepat,1hari yang lalu aku masih dapat mendengar suaranya,suara yang sangat aku rindukan,1hari yang lalu aku masih dapat melihatnya,melihat dia yang selama ini aku sayangi.Tapi kini,ia telah pergi,cepat sekali,dalam kurun waktu 1hari saja,dia sudah meninggalkan aku,apakah ia tahu bahwa aku tidak bisa tanpanya?Ya,aku sangat menyayanginya,lebih dari yang dia ketahui.


*****

"Aku gamau tau! Pokoknya kamu gaboleh ikut acara perkemahan itu!" bentakku.
"Tapi sayang,itu kewajiban aku,akukan anggota OSIS" jawabnya.
"Adit,aku ga setuju! feeling aku gaenak soal ini"
"Please sayang,aku anggota OSIS,aku panitia inti acara ini"
"Yaudahdeh aku emang gabisa larang kamu kok,tapi take care ya"
"Iya sayang"

Raditya,pria yang selama 1tahun ini menjalin hubungan denganku,salah satu pengurus inti OSIS disekolahku,pria yang banyak dikagumi wanita karena ketampanan,kharisma,dan kebaikan hatinya.Ah,betapa beruntungnya aku pernah memilikinya.Perdebatan itu yang kemarin aku lakukan dengannya,andai saja dia menuruti kata-kataku,pasti tak akan secepat ini dia pergi.

Takdir Allah siapa yang tau?Kematian memang ada ditangannya,tapi mengapa harus secepat ini?Aku rapuh tanpanya.


*****

"Hati-hati sayang,love you"
"Iya sayang,kamu jangan nangis gitu,aku gamau kamu nangis karena aku" katanya sambil menghapus air mataku dengan jemarinya.
"Firasat aku gaenak dari kemarin,aku takut kamu kenapa-kenapa disana"
"Aku gak akan kenapa-kenapa kok sayang"
"Aku mau kamu janji sama aku,kamu bakal pulang dengan keadaan kayak sekarang"
"I promise dear" katanya sambil memelukku.
"Take care sayang"
"Iya sayang"


*****

"Perasaan gue gaenak nih bay"
"Gaenak kenapa dit?"
"Gatau,kayaknya bakal ada sesuatu yang terjadi nih"
"Berdo'a aja dit"
"Iya bay,selalu kok"

Andai ia tau,jika bukan karena tugas yang mendesakku,akupun tak ingin ikut dan meninggalkannya.Cuaca memang sedang buruk,akupun memiliki firasat tidak enak untuk soal ini.

"Bay,gue makin deg-deg an,kayaknya sesuatu itu bakal terjadi bentar lagi"
"Dit,do'a aja,tenangin diri lo,inget Allah,pasti dia bakal jagain kita kok"
"Iya bay"

Benar dugaanku,didepan terdapat sebuah tanjakan yang bergitu curam dan aku yakin itu licin melihat cuaca belakangan ini.Nampaknya akan terjadi disana.Aku tak pernah berhenti berdo'a dan memikirkan Alisa,kekasihku yang selama ini bertaut didalam hatiku.Perasaanku sungguh tidak enak,dan benar saja,bus yang kutumpangi tergelincir saat tengah mendaki tanjakan curam nan licin itu,busku terguling,dan ketika putaran itu berhenti,aku tak mengingat apa-apa lagi.


*****
PRAKKKKK!
Suara pecahnya fotoku dengan Adit,ya allah ada apa ini?Perasaanku sungguh benar-benar tidak enak.Aku harus menelpon Adit!

Apa?tidak diangkat?Ya Tuhan dadaku terasa sesak,airmataku jatuh dengan derasnya tanpa sebab,ada apa ini sebenarnya?

"Ya Allah,jaga Adit,jaga kekasihku,tanpanya aku rapuh,tanpanya aku bukan siapa-siapa,bawa ia kembali padaku dalam keadaan selamat ya Allah,aamiin" Pintaku pada sang Pencipta.

Tak lama kemudian,handphoneku berdering.Adit!

"Halo sayang,kamu udah sampe?gimana perjalanannya?menyenangkan?ga terjadi apa-apa kan?aku berharap perasaan aku salah"
"Maaf mbak,saya bukan yang punya handphone"
"Lalu?siapa?"
"Yang punya handphone kecelakaan sama rombongannya"
"Apa?dimana mas?cepet"
"Sekarang udah dibawa ke rumah sakit Harapan Sentosa"
"Oke mas makasih"

Apa?Benar firasatku selama ini,Ya Allah lindungi kekasihku,jangan renggut dia dariku sekarang ya Allah,aku belum siap!
Segera aku menelpon taksi dan berpamitan pada kedua orangtuaku,mereka menitipkan do'a untuk Adit.

"Pak,rumah sakit Harapan Sentosa ya" kataku pada sang supir.
Sekitar 10menit kemudian aku tiba,disana sudah banyak orangtua murid yang menunggu anak-anaknya.Tak lama kemudian,dokter keluar dari ruang UGD.

"Siapa keluarga dari Raditya Prasetya?" Tanya sang dokter.
"Saya dok,kenapa?pacar saya gak apa-apa kan dok?"
"Maaf mbak,pacar mbak sudah tidak bisa tertolong,kepalanya terbentur keras sekali hingga retak dan mengakibatkan ia tidak bisa tertolong"
"Dok,jangan bercanda dok! Dia gakenapa-kenapa kan?" Tanyaku yang saat itu sudah menangis.
"Maaf mbak" Kata sang Dokter dan seraya berlalu.

Lututku lemas,kepalaku terasa berat,dan aku pingsan.Saat aku terbangun,keluarga Adit dan kedua orang tuaku sudah ada disana.

"Mah,adit mah"
"Iya sayang,mungkin sudah takdir Allah,ikhlasin ya"
"Gabisa ma,Alisa sayang sama Adit ma"
"Iya sayang mama tau kok" Kata ibuku sambil memelukku.

*******

Sekarang waktunya pemakaman Adit,tapi aku enggan datang,aku lebih memilih mengurung diri dikamar dan terus memandangi fotoku dengan Adit,aku merindukannya,merindukan senyum manisnya,merindukan tawa bahagianya,merindukan suaranya,merindukan jemarinya yang selalu membelai rambutku,aku merindukan sosoknya yang selalu ada disampingku,disaat aku sedih ataupun senang,aku merindukan semua tentang dirinya.

"God,could you bring Adit back to us?could you give him more time?i still need him,without him iam nothing,i miss his smile,i miss his laugh,i miss his finger,i miss him! i miss everything about him" Tulisku dalam buku harianku,Tuhan,aku mengharapkan ia kembali,kembali pada kami,berada disisinya membuat aku nyaman,membuat aku merasa aman,membuatku bahagia,membuatku melepaskan senyum bahagiaku,tapi kini?semuanya hilang bersama dengan kepergian Adit.

I hope he will back
I hope he is beside me
I hope he know,iam still loving him
I hope....

0 komentar:

Posting Komentar