Aku Memang Tak Seperti Mantanmu

Kamis, 08 November 2012
Haruskah kau terus membandingkanku dengannya?Aku memang berbeda dengannya,mungkin dia memiliki segala yang tidak ada dalam diriku tapi percayalah aku adalah aku.Aku akan tetap berusaha membuatmu bahagia dengan caraku sendiri,tanpa kau memberi tahuku pun aku tahu aku memang berbeda dengannya.

"Kamu tuh ya emang nyebelin bangetdeh liat jam bisa kali?ini baru jam berapa?ngertiin aku kek aku belum lama tidur abis nonton bola!".
"Aku minta maaf,aku cuma mau ingetin kamu aja kok hari ini kamu ada jadwal latihan bola maaf kalo emang aku ganggu kamu"
"Iya iya udah aku mau lanjut tidur"

Klik.
Telfon antara aku dan dia pun dimatikan,mengapa aku selalu salah?ya aku tahu aku memang bukan wanita yang baik untukmu tapi mengertilah aku melakukan ini untukmu juga.Maaf bila selama ini aku bawel,cerewet,selalu melarangmu ini itu,tapi semua itu kulakukan semata-mata karena aku memang sangat menyayangimu aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu.

"Misi tante,Rino nya ada tante?"
"Eh Sandra ada kok yuk masuk aja dia baru bangun tuh lagi mandi bentar ya tante panggilin kamu duduk aja dulu"
"Iyaa tante"

"Rinoo ada Sandra tuh dibawah mandinya jangan lama-lama ya" kata Ibu Rino padanya.

Beberapa menit kemudian Rino turun dengan seragam bolanya.
"Siang sayang" sapaku padanya.
"Ada apaansih kesini?"
"Aku mau nemenin kamu latihan bola"
"Gak usah ngapainsih?kurang kerjaan banget"
"Aku kan cuma mau liat kamu main bola sayang memangnya aku salah?"
"Iya salah udah sana pulang aja deh"
"Kamu kenapa?"
"Gapapa,kamu tuh emang nyebelin ya beda bangetsih sama mantanku diatuh gapernah pengen tau urusan aku kamu kok kepo ya?"
"Kamu ga kayak mantanku ya yang gak pernah nyuruh aku aneh-aneh,udah sana mendingan kamu pulang istirahat aja" lanjutnya.
"Yaudah aku pulang dulu ya jangan lupa makan"
"Iya"

Pernahkah kau berfikir akan perasaanku?aku sakit karena perasaanku sendiri,aku tersiksa dengan hubungan ini,kau yang selalu membeda-bedakan ku dengan mantanmu,jelas saja dia adalah dia sedangkan aku adalah aku.Mengertilah aku menyayangimu dan memberitahumu betapa aku menyayangimu dengan caraku sendiri yang memang terkadang caraku salah.

Pukul 5sore,seharusnya kau sudah pulang dari latihanmu mengapa kau belum mengirimiku sms?haruskah aku yang mengirimimu sms seperti biasanya?baiklah jika dibandingkan dengan tak ada komunikasi sama sekali.

To : My Beloved({}):*
Sayang gimana latihannya hari ini?capek?jangan lupa makan ya :*

Belum ada balasan darinya,mungkin seperti biasa ia tak membawa handphonenya ke lapangan,yasudahlah aku memang harus mengerti akan dirinya.

From : My Beloved({}):*
Sbb,baru sampe rumah tadi gak bawa hp,iyalah capek pasti! iya ga lupa kok,kamu juga jangan lupa tuh :*

To : My Beloved({}):*

Iya sayang,jaga kesehatan ya sebentar lagi kamu tanding loh jangan lupa

From : My Beloved({}):*

Iya bawel

Kebetulan sekali ini malam Minggu,mungkin aku bisa berkunjung sebentar kerumahnya.Bisa menjadi salah satu kejutan untuknya iyakan hehe.Mungkin ia akan senang jika aku berkunjung kerumahnya malam ini.Sebaiknya aku bersiap-siap agar terlihat cantik dihadapannya.

Sesampainya di depan gerbang rumahnya aku melihat ia tengah bersama wanita yang tak asing dipandanganku,siapakah wanita itu?Aku memutar otakku mencoba mengingat siapa sebenarnya wanita itu,yaa kini aku mengingatnya dialah mantan pacar dari Rino,yang selama ini menjadi tolak ukur bagi Rino,yang selama ini ia bandingkan denganku.Kelihatannya mereka berdua sedang asyik sekali mungkin sebaiknya aku tak mengganggunya.

*Keesokan Harinya*

Pukul 8pagi.
Aku sudah berada didepan pagar rumah Rino,aku berniat mengajaknya sarapan bubur ayam bersama.

"Pagi tante,Rino nya ada?"
"Ada,aduh kamu tuh ya emang rajin banget tiap Minggu pagi ngajak Rino sarapan terus"
"Gak apa-apalah tante kan sarapan gak ada salahnya hehe"
"Iya yaudah sebentar ya tante panggilin dulu"
"Iya tante"

"Kamu lagi ada apaan sih pagi-pagi ganggu orang aja"
"Aku mau ngajak kamu sarapan Rin,yuk"
"Gausah gak laper kok aku,kamu tuh kenapasih gabisa kayak mantanku?yang gak pernah ganggu aku pagi-pagi yang selalu ngertiin aku yang gak pernah nyuruh aku ini itu"
"Kamu kenapasih gak bisa kayak mantanku?diatuh tegar gak kayak kamu! jangan jadiin tuh airmata kamu sebagai senjata! aku muak liatnya" lanjutnya kemudian.
"Ya,aku tau aku gak seperti mantanmu aku tau aku memang berbeda,aku tau aku tak secantik dan sepintar dia,aku tau aku tidak bisa membahagiakanmu seperti dia membahagiakanmu tapi ini dia caraku,tak bisakah kau tidak melihat masa lalumu?mantanmu hanya bagian dari masalalu mu tapi aku adalah masa kini mu,tapi jika memang masalalu mu bisa membuatmu nyaman kembalilah dengannya,kita sudahi saja semuanya sampai disini,aku lelah dibandingkan dengannya yang memang berbeda aku lelah menyimpan rasa sakit ini sendirian selama ini sebaiknya kita sudahi saja sampai disini"

Kau mungkin takkan menyangka gadis pendiam sepertiku akan mengatakan hal seperti itu padamu,tapi memang begitu adanya,aku lelah dengan semua kenyataan yang selama ini menggunung dalam dadaku yang seharusnya sudah sejak lama ku luapkan,aku lelah dengan semua kelakuanmu yang tak pernah menganggapku ada.

************

Ya,aku memang bersalah padamu kini aku merindukanmu,merindukan gangguan-gangguan darimu,aku merindukan segalanya.Kini aku baru menyadari dimana letak kesalahanku memang aku bersalah selalu membedakanmu dengan mantanku yang jelas-jelas tak akan pernah sama.Aku bodoh telah menyia-nyiakan wanita sepertimu.Jikalau ada kesempatan kedua tak akan pernah ku sia-siakan dirimu lagi Sandra.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

cerita mu seperti yg aku jalanin saat ini
mengapa harus berpisah?
haruskah aku juga berpisah denganya?

Posting Komentar