"Liat dia bahagia aja gue udah seneng kok ra." kata seorang cewek remaja yang lumayan cantik,dengan pipi sedikit chubby dan lengkap dengan lesung pipinya yang menawan. "lo gak bisa gini terus rii,masa cuma ngeliatin dia aja gitu?lo itu selalu ngelakuin ini tiap hari riiii,dan ga sebentar!udah hampir 3tahun rii" kata sahabat Rina yang memang sudah bersahabat dari kecil. "udah ah ra,gue udah puas,balik yuk" ajak Rina.Rina dan Rara pun pergi darii tempat itu,tapi sebenarnya apa yang mereka perhatikan ya?
"Ra,gue tau apa yang selama ini gue lakuin itu salah,gue tau gue itu adalah salah satu cewe bodoh yang cuma bisa mengagumi dia dari jauh." kata Rina. "lo selalu bilang itu Ri tiap abis balik dari lapangan" . cetus Rara . "iya ra,gue tau kok" . jawab Rina kemudian
Sesampainya dirumah Rina langsung menuju kamarnya dan membuka buku coretan-coretannya selama ini "Rangga,melihatmu dari kejauhan saja sudah membuatku gila,apalagi kalau aku bisa melihatmu dan berada disampingmu ya?" . tulisnya kemudian. "Rangga....siapasih yang ga kenal dia?cowok keren sedikit chinese,berambut pirang dan tinggi,merupakan ketua OSIS dan kapten tim sepak bola sekolah,semua cewek disekolah juga pasti bakalan naksir deh hehe termasuk aku,dan mungkin aku adalah pengagum terlama nya,cewek-cewek yang selama ini dipacarinya juga bisa dibilang "kelas atas" sedangkan aku?hanya gadis biasa,ah untuk mimpi saja aku gakbisa ngebayangin kalau jadi pacarnya." gumam Rina yang kemudian merebahkan diri diatas kasur empuknya,sambil membayangkan wajah lelaki yang sangat ia kagumi "Rangga" .
Awal perkenalannya dengan Rangga sih ga begitu menarik,tapi lumayan berkesan buat Rina,sampai-sampai dia gak pernah melupakannya.Pada saat dia sangat-sangat baru menjadi siswi diSMP Kasih Bangsa ini,ketika Rina sedang duduk diteras lapangan dengan Rara,tanpa sengaja bola yang ditendang oleh Rangga mengenai minuman yang sedang dipegang Rina dan tumpah ke bajunya. "ehhh maaf-maaf gue gak sengaja."
kata Rangga yang merasa bersalah. "iya gapapa kok." jawab Rina yang kemudian berlalu.Tidak menarik bukan?tapi Rina punya alasan tersendiri mengapa ia langsung berlalu pergi,karena ia tak tahan berlama-lama melihat senyuman Rangga yang sangat menarik memang.
Keesokan harinya saat ia hendak berangkat sekolah,seperti biasa ia menunggu Rara menjemputnya,tapi Rara tak kunjung datang,dengan perasaan sedikit kecewa Rina berangkat kesekolah diantar supirnya.Sesampainy disekolah Rina langsung bergegas menuju kelasnya dan ia memang menemukan tas Rara disana,tapi...dimana Rara?Rina pun memutuskn untuk menunggunya saja,ketika bel berbunyi Rara pun masuk kekelas dengan perasaan gembira dan senyum merekah diwajahnya,Rina pun merasa penasaran,arang-jarang Rara bisa tersenyum sebahagia ini selain dengannya. "eh,ra tadi kok ga jemput gue?" tanya Rina dengan wajah ditekuk . "hehe sorry ya,tadi gue dijemput soalnya." jawab Rara . "hah?sama siapa?" tanya Rina kemudian . "emm ada deh hehe" kata Rara yang kemudian wajahnya kelihatan bingung.Rina pun menjadi semakin penasaran.Bahkan,ketika pulang sekolah Rara tak ingin pulang bersama dengan Rina,dan hal ini terus berlanjut sudah kurang lebih sepekan.
Rina pun memutuskan untuk membuntuti Rara ketika pulang sekolah,tapi?apa yang ia lihat ditempat parkir?disana Rara dengan Rangga,lelaki yang selama ini Rina kagumi,bahkan Rangga mengecp kening Rara,dengan perasaan sedih Rina pun berlalu meninggalkan Rara dan Rangga,berbagai pertanyaan berkecamuk dipikirannya,bahkan suasana hatinyapun tidak menentu.Rina pun memutuskan untuk mengirimkan sms pada Rara .
To : Rara
Ra,selamat ya lo udh jadian sama Rangga,gw turut sneng kok,moga" lo berdua langgeng ya :")
From : Rara
Rii,maafin gw :(
To : Rara
Udhlah gada yg perlu dibicarin dan gada yang salah :')
Tak ada balasan dari Rara.Sesampainya dirumah Rina langsung menuju kamarnya dan menangis,mengapa?karena memang hanya itu yang bisa ia lakukan,apa ia berhak untuk marah ada sahabatnya itu?tidak,siapa Rina untuk Rara?apa berhak Rina cemburu atas hubungan Rara dan Rangga?tidak,karena Rina bukan siapa-siapa Rangga,yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah menangis,bukan menangisi apa yang baru saja ia ketahui tentang Rara dan Rangga,tapi karena ia menginginkan dirinya berada diposisi Rara sekarang,menjadi kekasih Rangga,mendapatkan perhatian Rangga,hanya itu yang ia inginkan.... "Seharusnya itu aku,aku yang disana,aku yang memegang tanganmu,merasakan belaianmu,merasakan kecupan dikeningku,merasakan pelukan hangat darimu,SEHARUSNYA ITU AKU!!!" . Tulis Rina dalam buku hariannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar