Oh ya dia memang sudah pergi,pergi dan takkan kembali,seandainya dia benar-benar ada dan berada disampingku,aku pasti akan memeluknya,dan berkata padanya agar dia tidak meninggalkanku lagi.Tapi?itu tidak akan mungkin terjadi!
Mungkin aku memang bodoh karena tidak bisa menerima kenyataan,yaa bahwa dia memang sudah tidak ada disampingku lagi,namun sekali lagi aku memang selalu mematahkan kenyataan itu,kenyataan bahwa dia memang sudah tidak bersamaku lagi!
"Put,bangun yuk udah Shubuh nih,shalat dulu gih sayang"
Kata ibuku yang berusaha membangunkanku dari tidurku yang lelap
"Iya bu,Putri udah bangun kok"
Jawabku yang berlalu pergi untuk mandi dan mengambil air wudhu untuk Shalat Shubuh
Setelah itu aku bersiap-siap pergi ke sekolah,lalu aku sarapan dan berpamitan pada ayah dan ibuku,tak lupa sebuah kotak berisikan setangkai mawar ini selalu kubawa.
"Yah,Bu Putri berangkat dulu yaa Assalammua'laikum"
"Wa'laikumsalam,hati-hati bawa motornya ya sayang"
"Iya bu"
Kalian pasti bertanya-tanya mengapa Kotak berisikan setangkai bunga mawar yang telah layu ini selalu kubawa,yaa ini hadiah terakhir darinya sebelum ia pergi ketempat yang lebih indah,Surga.
*********************
"Put,akutuh sayang sama kamu,aku janji aku bakal nemenin kamu sampe akhir dunia ini deh"
"Feb,kamu jangan ngomong gitu ih,aku juga sayang banget sama kamu,sampe kapanpun"
"Nih,hadiah dari aku buat kamu"
"Feb,makasih bangetloh kamu tau aja aku suka bunga mawar"
"Hehe iyadong apasih yang ga aku tau dari pacar aku ini"
"Feb,jangan tinggalin aku ya"
"Iya Put,aku janji sama kamu,aku ga akan ninggalin kamu sampe kapanpun,aku bakal terus ada disamping kamu,nih ya kalo kamu kangen aku,kamu tinggal peluk bunga ini,disitu juga ada aku"
"Feb,kamu ini ngomong apasih"
"Gapapa kok sayang,aku cuma ngerasa kayaknya aku gabisa bahagiain kamu"
"Huss jangan ngomong gitu Feb"
"Yaudah ya Put,aku pulang dulu"
"Iya Feb,hati-hati ya nyetir motornya"
"Iya Put,love you"
"Love you too"
*****************
Febri ya,haha kekasihku yang selama ini kusayangi,kucintai,dan berjanji bahwa dia takkan meninggalkanku tapi sekarang?dia sudah pergi!
Sesampainya disekolah,aku telah disambut oleh sahabatku,Rini.
"Hai putriiii"
"Hai juga riniii"
"Hari ini bawa kotak?"
"Always rin"
"Put,gue rasa lo harus move on deh"
"Kenapa emangnya rin?"
"Dia udah gak ada put,sampe kapanpun lo bawa,lo peluk,lo genggam itu bunga sampe tangan lo berdarah,dia ga akan balik sama kita put ke dunia ini"
"Rini stop! Dia masih ada! Dia masih merhatiin gue,gue tau dia masih ada di deket gue! jadi stop nasihatin gue dan nyuruh gue move on! please"
"Yaa,gue cuma ngasih saran put,yaudah yuk masuk kelas"
Aku hanya diam menanggapi ajakan sahabatku,yaa Rini,sahabatku sejak SD,dia tau siapa Febri,bahkan dulu kami serring bermain bersama.
"Hai put"
"Iya der,kenapa?"
"Gapapa kok put emm gue boleh minta nomor lo ga?"
"Buat apaan?"
"Buat yaa emm nanya jadwal latihan basket,hehe takutnya kan gue lupa"
"Oh yaudah nih 0896xxxxxxxx"
"Oke put,thanks"
"Yep"
"Put"
"Iya rin?"
"Lo tau ga?"
"Apaan Rin?"
"Derry kan naksir sama lo"
"Enggak ah,ga mungkin"
"Yee yaudah gapercaya"
Apa?Derry menyukaiku?tidak mungkin! Seorang bintang sekolah,Derry masa iya menyukaiku yang tidak ada apa-apanya?Huh,ngaco mungkin si Rini.
****
Bel pulangpun berbunyi,tandanya sekolah telah usai dan aku harus berlatih basket.
"Put"
Panggil seseorang.
"Hm?"
"Boleh ngomong bentar gak?"
"Boleh kok"
"Tapi gak disini"
"Dimana?"
"Di bawah pohon aja"
"Yaudah"
Kataku mengiyakan ajakan Derry.
"Put,guetuh sebenernya"
"Apa der?"
"Sebenernya tuh gue sayang sama lo,lo mau ga jadi pacar gue?"
"Gimana ya der"
"Gapapa kok put,lo gamesti jawab sekarang,oiya,ngomong-ngomong gue liatin dari dulu lo sering banget bawa bunga itu,emangnya ada yang spesial?"
"Bunga ini,spesial banget der buat gue,ini pemberian pacar gue,yang gue gatau,sebenernya masih ada atau engga,tapi yang gue rasain,dia masih ada buat gue"
"Emang dia kemana?"
"Dia meninggal der,pas dia abis main dari rumah gue,dia meninggal dalam kecelakaan motor der"
Tak terasa airmataku menetes,dan Derry pun menghapus airmataku dengan tangannya.
"Jangan nangis gitu Put,aduh gue jadi gaenak deh,sorry ya udah bikin lo inget pacar lo"
"Ga der,gapapa kok"
"Yaudah yuk latihan"
Kata Derry sambil tersenyum padaku,tapi senyumannya,sangat mirip dengan Febri,astaga sangat-sangat mirip.
Akupun tak berkonsenterasi pada permainan basketku,sehingga saat bola terlempar mengenai kepalaku aku jatuh pingsan,tapi pada saat pingsan tersebut,Febri datang menghampiriku lewat mimpi.
"Putri sayang,kamu taukan bahwa Allah memiliki cara tersendiri untuk melindungi hambanya?"
"Iya Feb,memangnya kenapa?"
"Akupun punya untuk melindungimu"
Katanya sambil tersenyum kepadaku.
"Bagaimana bisa?"
"Kamu harus menerima Derry untuk menjadi kekasihmu sayang,dia tulus menyayangimu seperti aku menyayangimu,aku yakin kamu pasti bisa mencintainya seperti kamu mencintai aku"
"Begitukah?"
"Ya,aku selalu ada bersamamu,itulah janjiku"
"Feb,tapi aku gabisa"
"Kamu bisa,sampai jumpa lagi sayang"
Apa tandanya?mungkin Febri benar,mungkin aku harus menerima Derry untuk menjadi kekasihku,yaa agar aku dapat terus melihat dia tersenyum,tepatnya melihat Febri dibalik senyumnya.


0 komentar:
Posting Komentar