Author : Intan Nurmala ( @IntaanNM )
Tittle : From friend become boyfriend
Genre : Romance,angst,sad romance,humor,ngawur (so pasti)
Main cast :
You as Sung ha won
Yong Junhyung as Junhyung
Lee Seung Hyun as Seungri
Other cast :
Kwon Ji Yong as GDragon
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Sung Daesung as Daesung
Lee Gikwang as Gikwang
Kim Hyun Ah as Hyuna
Summary : Cinta memang tak bisa di paksakan. Memaksakan cinta untuk mencintai orang yang sebelumnya tidak kita cintai? Akan sangat sulit. Semakin kau berusaha melupakannya. Semakin sulit pula kau melupakannya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Prev Chapter :
"Bagaimana acara kencanmu dengan pacar barumu sayang?" tanya ibu Ha Won.
"Eh,umma mengagetkanku saja,bagaimana umma tahu kalau Junhyung adalah pacarku?" tanya Ha Won bingung.
"Oppamu yang memberitahukannya,lagipula umma senang kamu dengan Junhyung,tampaknya kamu lebih bahagia dibandingkan dengan Seungri"
"Ne,umma,yasudah aku sudah mengantuk umma,selamat malam"
"Ne,jaljayo chagi,selamat malam"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Junhyung's POV
1minggu lagi aku akan meninggalkan Korea dan meninggalkan kekasihku,Ha Won. Bagaimana bisa waktu berjalan secepat ini? Sedangkan hubunganku dengan Ha Won pun belum tepat menginjak 2bulan. "Kiki,menurutmu apa hubunganku dengan Ha Won akan baik-baik saja jika dia tahu bahwa aku akan pindah?" tanyaku ragu pada Gikwang. "Kenapa kau tidak coba menjelaskannya pada yeojamu?" tanya Gikwang balik. "Baiklah kwangie" kataku.
Kemudian aku pun berjalan meenuju asrama wanita,tepatnya kamar Ha Won dan Hyuna. Aku masih terus bergulat dengan pikiranku sendiri. Antara akan memberitahunya,atau tidak. Aku rasa aku dilema.
"Annyeong" kataku ketika sudah sampai di depan pintu kamar Ha Won.
"Ne,annyeong wait" kata sebuah suara yang sangat familiar di telingaku,Ha Won. Tak lama kemudian,pintu pun terbuka.
"Eh,chagi. Wae geurae?" tanya Ha Won sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah,dia terlihat sangat cantik saat ini.
"Ani,bisakah kau menemaniku jalan-jalan sebentar Wonnie?" tanyaku.
"Emm,ne,tunggu sebentar ya,ayo masuk dulu" katanya padaku.
"Ani,aku menunggu di sini saja" kataku sambil tersenyum padanya.
"Baiklah" katanya sambil masuk ke kamarnya sebentar lalu keluar lagi.
"Hm,ayo" katanya sambil menggenggam tanganku dan berjalan menjauh dari kamarnya.
Kami pun berjalan menuju taman dekat lapangan sekolah. Tempat di mana kami-aku,Gikwang,Ha Won,Hyuna-sering menghabiskan waktu bersama ketika sore hari seperti ini. Sesampainya di sana,aku dan Ha Won langsung duduk di bangku taman tersebut.
"Wonnie,aku ingin berbicara sesuatu padamu" kataku mengawali pembicaraan.
"Ne,bicaralah" jawabnya sambil tersenyum manis sekali padaku.
"Tapi kau harus janji untuk tidak marah padaku" kataku lagi sambil menggaruk belakang kepalaku yang sebenarnya tidak terasa gatal.
"Ok,yaksok" katanya kemudian.
"Begini,seminggu lagi,aku dan keluargaku,kecuali Hyunseung hyung akan pindah ke Amerika dan menetap di sana untuk beberapa waktu"
"Mwo? Kau tidak sedang serius kan?" katanya,dan aku dapat merasakan nada shock di sana.
"Tentu aku serius Wonnie chagi,aku juga tidak ingin berpisah darimu"
"Kenapa kau baru memberitahuku sekarang Jun? Ini.. Ini terlalu mendadak untukku" katanya sambil berusaha menahan airmatanya.
"Mianhaeyo" kataku sambil memeluknya. Perlahan,kurasakan kaus yang sedang kukenakan mulai basah. Dia menangis.
"Hey,chagi,uljima,jebal. Aku tidak ingin melihatmu menangis"
"Aku tidak ingin kehilanganmu Junnie,sadarlah!"
"Aku tahu,kau fikir aku ingin kehilanganmu,eoh?"
"Junnie..." lirihnya.
"Ne?"
"Tapi kita tidak putus kan?"
"Pertanyaan bodoh Wonnie,tentu tidak,aku terlalu menyayangimu,tahukah kenapa dari dulu aku menyuruhmu agar tidak jatuh cinta padaku? Karena inilah alasanku,aku takut kau tidak akan bisa kehilangan aku"
"Tapi Junnie,jebal. Gajima"
"Aku pun tidak ingin meninggalkanmu,Wonnie" kataku sambil mengecup pelan puncak kepalanya.
End Of Junhyung's POV
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Author's POV
Ini adalah hari ke-enam atau hari terakhir Junhyung berada di Korea Selatan. Raut wajah Ha Won pun terlihat seperti semakin sembab karena terlalu sering menangis,lain dengan Ha Won lain pula dengan Junhyung. Kini wajah namja berwajah tampan itu terlihat seperti panda dengan kantung mata yang sangat kentara di bawah kelopak matanya akibat kurang tidur.
"Junnie" lirih Ha Won sambil membantu Junhyung membawakan barang-barangnya ke mobil orang tua Junhyung.
"Ne,Wonnie?" tanya Junhyung.
"Jaga dirimu ya" kata Ha Won yang gagal menahan tangisnya.
"Wonnie,uljima,sudah berapa kali aku katakan? Kau tidak boleh menangis,kan kita masih bisa berkirim e-mail" kata Junhyung menenangkan kekasihnya.
"Junnie,apa kau janji kau akan kembali untukku?" tanya Ha Won di sela-sela tangisannya.
"Of course! Kutuk aku jika aku tidak kembali lagi untukmu" kata Junhyung yang membuat Ha Won tertawa pelan. "Aku janji,aku akan kembali setelah kelulusan,dan aku akan langsung melamarmu" kata Junhyung meyakinkan.
"Ne,aku percaya padaku. Yaksok?" kata Ha Won sambil menjulurkan kelingkingnya.
"Ne,yaksok" balas Junhyung sambil melingkarkan kelingkingnya pada kelingking Ha Won.
"Baiklah,Junnie ayo berangkat,besok pagi-pagi sekali kita harus ke airport" kata Mrs.Yong.
"Ne,umma. Hyuna,Gikwang,aku titip kekasihku ini ya" kata Junhyung pada kedua sahabatnya tersebut.
"Ne Junhyung-ah tenang saja,kami akan menjaganya untukmu" kata Hyuna yang sedang dirangkul Gikwang.
"Kau tenang saja Junhyung-ah,aku bisa pastikan kekasihmu ini akan kembali padamu dalam keadaan untuh" kata Gikwang sambil mengedipkan matanya.
"Baiklah,aku percaya pada kalian berdua. Dan kamu Wonnie,aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri,jaga dirimu baik-baik ya Wonnie" kata Junhyung sambil mengecup dahi Ha Won.
"Ne Junnie,kau juga jaga dirimu baik-baik ya,aku juga mencintaimu" kata Ha Won.
"Bye semuanyaa~" kata Junhyung kemudian.
"Byee~" kata Gikwang,Hyuna,dan Ha Won serempak.
Perlahan tapi pasti. Mobil itu pun berjalan menjauh dari pandangan ketiga orang itu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun berlalu.
Hari ini adalah hari kelulusan SMA Cube High School angkatan 2012-2013. Ha Won tengah duduk di antara banyaknya murid-murid yang sedang menyaksikan rangkaian acara demi acara. Tanpa Ha Won sadari,sepasang mata tengah memandang ke arahnya tanpa berkedip sedikit pun. Dia tak henti-hentinya memandangi Ha Won dan mengagumi betapa cantiknya dia hari ini.
Perlahan,dia mendekati Ha Won.
"Annyeong Sung Ha Won. Remember me? Your old memory" kata orang itu yang ternyata adalah namja sambil tersenyum manis pada Ha Won.
"Omo,Seungri oppa! Tentu saja aku masih mengingatmu! Bagaimana bisa aku melupakan pacar pertamaku,eoh?" kata Ha Won senang.
"Kau tampak cantik hari ini Wonnie,ngomong-ngomong di mana Junhyung?" tanya Seungri dengan tampang kebingungannya.
"Dia? Hmm,entahlah hehe" jawab Ha Won.
"Baiklah Wonnie,aku pergi menghampiri yang lain dulu ne? Annyeong" kata Seungri lalu meninggalkan Ha Won.
"Ne,Annyeong oppa" kata Ha Won.
****
"Yak! Hari ini seperti yang kalian ketahui adalah hari kelulusan bagi seluruh siswa kelas 3 Cube High School,dan kali ini ada sambutan spesial dari seseorang,yang saya yakin kalian sudah mengenal dia sebelumnya" kata sang MC. Ruangan itu pun kini penuh dengan bisikan-bisikan tentang siapa orang yang dimaksud sang MC. "Baiklah,tuan silahkan" kata sang MC mempersilahkan seseorang.
Tak lama kemudian,muncullah sesosok namja berbadan tinggi,tampan,serta berhidung mancung mengenakan tuxedo berwarna hitam dan kacamata hitam masuk ke dalam ruangan itu. Semua murid pun secara serempak menyebutkan sebuah nama. "Yong Jun Hyung?!". Ha Won pun terbelalak.
"Ya,kalian pasti mengenal saya,dulu saya adalah murid di sekolah ini,sekolah ini cukup penting untuk saya,terutama ketiga orang yang membuat saya betah di sini. Lee Gikwang,big thanks for you bro! Kim Hyun Ah,iam glad to know you girl! Last,Sung Ha Won. Iam glad to be your boyfriend until now" kata Junhyung sambil tersenyum ke arah Ha Won. Semua pandangan tertuju pada Ha Won yang wajahnya tengah merona sekarang. "Dihadapan kalian semua yang ada di ruangan ini,saya ingin..." kata Junhyung menghentikan kata-katanya dan berjalan menuju Ha Won. "Saya ingin kalian menjadi saksi atas lamaran ini. Ha Won,would you be mine forever? Ehm,i mean. Would you be my wife?" tanya Junhyung.
"Ne! Aku mau Junnie! Aku mau!" kata Ha Won seraya menghambur ke dalam pelukan Junhyung. Semua yang ada di ruangan itu pun tersenyum,tak terkecuali Gikwang,Hyuna,dan Seungri tentunya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
"YAK! JUNHYUNG-AH BANGUUNN! TIDAKKAH KAU DENGAR TANGISAN ANAKMU INI,EOH?" kata Ha Won sambil berteriak ketika membangunkan Junhyung dari tidur.
Finally,mereka hidup bahagia selamanya~
-End-
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Annyeong chingudeul! Mianhaeyo telat post FFnya kekeke~ sibuk mikir lanjutannya sih heung-_- Oke,abis ini mungkin aku bakalan bikin FF tentang EXO dengan unsur fantasy wekwek~ Sampai ketemu next FF chingudeul! ;;)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Prev Chapter :
"Bagaimana acara kencanmu dengan pacar barumu sayang?" tanya ibu Ha Won.
"Eh,umma mengagetkanku saja,bagaimana umma tahu kalau Junhyung adalah pacarku?" tanya Ha Won bingung.
"Oppamu yang memberitahukannya,lagipula umma senang kamu dengan Junhyung,tampaknya kamu lebih bahagia dibandingkan dengan Seungri"
"Ne,umma,yasudah aku sudah mengantuk umma,selamat malam"
"Ne,jaljayo chagi,selamat malam"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Junhyung's POV
1minggu lagi aku akan meninggalkan Korea dan meninggalkan kekasihku,Ha Won. Bagaimana bisa waktu berjalan secepat ini? Sedangkan hubunganku dengan Ha Won pun belum tepat menginjak 2bulan. "Kiki,menurutmu apa hubunganku dengan Ha Won akan baik-baik saja jika dia tahu bahwa aku akan pindah?" tanyaku ragu pada Gikwang. "Kenapa kau tidak coba menjelaskannya pada yeojamu?" tanya Gikwang balik. "Baiklah kwangie" kataku.
Kemudian aku pun berjalan meenuju asrama wanita,tepatnya kamar Ha Won dan Hyuna. Aku masih terus bergulat dengan pikiranku sendiri. Antara akan memberitahunya,atau tidak. Aku rasa aku dilema.
"Annyeong" kataku ketika sudah sampai di depan pintu kamar Ha Won.
"Ne,annyeong wait" kata sebuah suara yang sangat familiar di telingaku,Ha Won. Tak lama kemudian,pintu pun terbuka.
"Eh,chagi. Wae geurae?" tanya Ha Won sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah,dia terlihat sangat cantik saat ini.
"Ani,bisakah kau menemaniku jalan-jalan sebentar Wonnie?" tanyaku.
"Emm,ne,tunggu sebentar ya,ayo masuk dulu" katanya padaku.
"Ani,aku menunggu di sini saja" kataku sambil tersenyum padanya.
"Baiklah" katanya sambil masuk ke kamarnya sebentar lalu keluar lagi.
"Hm,ayo" katanya sambil menggenggam tanganku dan berjalan menjauh dari kamarnya.
Kami pun berjalan menuju taman dekat lapangan sekolah. Tempat di mana kami-aku,Gikwang,Ha Won,Hyuna-sering menghabiskan waktu bersama ketika sore hari seperti ini. Sesampainya di sana,aku dan Ha Won langsung duduk di bangku taman tersebut.
"Wonnie,aku ingin berbicara sesuatu padamu" kataku mengawali pembicaraan.
"Ne,bicaralah" jawabnya sambil tersenyum manis sekali padaku.
"Tapi kau harus janji untuk tidak marah padaku" kataku lagi sambil menggaruk belakang kepalaku yang sebenarnya tidak terasa gatal.
"Ok,yaksok" katanya kemudian.
"Begini,seminggu lagi,aku dan keluargaku,kecuali Hyunseung hyung akan pindah ke Amerika dan menetap di sana untuk beberapa waktu"
"Mwo? Kau tidak sedang serius kan?" katanya,dan aku dapat merasakan nada shock di sana.
"Tentu aku serius Wonnie chagi,aku juga tidak ingin berpisah darimu"
"Kenapa kau baru memberitahuku sekarang Jun? Ini.. Ini terlalu mendadak untukku" katanya sambil berusaha menahan airmatanya.
"Mianhaeyo" kataku sambil memeluknya. Perlahan,kurasakan kaus yang sedang kukenakan mulai basah. Dia menangis.
"Hey,chagi,uljima,jebal. Aku tidak ingin melihatmu menangis"
"Aku tidak ingin kehilanganmu Junnie,sadarlah!"
"Aku tahu,kau fikir aku ingin kehilanganmu,eoh?"
"Junnie..." lirihnya.
"Ne?"
"Tapi kita tidak putus kan?"
"Pertanyaan bodoh Wonnie,tentu tidak,aku terlalu menyayangimu,tahukah kenapa dari dulu aku menyuruhmu agar tidak jatuh cinta padaku? Karena inilah alasanku,aku takut kau tidak akan bisa kehilangan aku"
"Tapi Junnie,jebal. Gajima"
"Aku pun tidak ingin meninggalkanmu,Wonnie" kataku sambil mengecup pelan puncak kepalanya.
End Of Junhyung's POV
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Author's POV
Ini adalah hari ke-enam atau hari terakhir Junhyung berada di Korea Selatan. Raut wajah Ha Won pun terlihat seperti semakin sembab karena terlalu sering menangis,lain dengan Ha Won lain pula dengan Junhyung. Kini wajah namja berwajah tampan itu terlihat seperti panda dengan kantung mata yang sangat kentara di bawah kelopak matanya akibat kurang tidur.
"Junnie" lirih Ha Won sambil membantu Junhyung membawakan barang-barangnya ke mobil orang tua Junhyung.
"Ne,Wonnie?" tanya Junhyung.
"Jaga dirimu ya" kata Ha Won yang gagal menahan tangisnya.
"Wonnie,uljima,sudah berapa kali aku katakan? Kau tidak boleh menangis,kan kita masih bisa berkirim e-mail" kata Junhyung menenangkan kekasihnya.
"Junnie,apa kau janji kau akan kembali untukku?" tanya Ha Won di sela-sela tangisannya.
"Of course! Kutuk aku jika aku tidak kembali lagi untukmu" kata Junhyung yang membuat Ha Won tertawa pelan. "Aku janji,aku akan kembali setelah kelulusan,dan aku akan langsung melamarmu" kata Junhyung meyakinkan.
"Ne,aku percaya padaku. Yaksok?" kata Ha Won sambil menjulurkan kelingkingnya.
"Ne,yaksok" balas Junhyung sambil melingkarkan kelingkingnya pada kelingking Ha Won.
"Baiklah,Junnie ayo berangkat,besok pagi-pagi sekali kita harus ke airport" kata Mrs.Yong.
"Ne,umma. Hyuna,Gikwang,aku titip kekasihku ini ya" kata Junhyung pada kedua sahabatnya tersebut.
"Ne Junhyung-ah tenang saja,kami akan menjaganya untukmu" kata Hyuna yang sedang dirangkul Gikwang.
"Kau tenang saja Junhyung-ah,aku bisa pastikan kekasihmu ini akan kembali padamu dalam keadaan untuh" kata Gikwang sambil mengedipkan matanya.
"Baiklah,aku percaya pada kalian berdua. Dan kamu Wonnie,aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri,jaga dirimu baik-baik ya Wonnie" kata Junhyung sambil mengecup dahi Ha Won.
"Ne Junnie,kau juga jaga dirimu baik-baik ya,aku juga mencintaimu" kata Ha Won.
"Bye semuanyaa~" kata Junhyung kemudian.
"Byee~" kata Gikwang,Hyuna,dan Ha Won serempak.
Perlahan tapi pasti. Mobil itu pun berjalan menjauh dari pandangan ketiga orang itu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun berlalu.
Hari ini adalah hari kelulusan SMA Cube High School angkatan 2012-2013. Ha Won tengah duduk di antara banyaknya murid-murid yang sedang menyaksikan rangkaian acara demi acara. Tanpa Ha Won sadari,sepasang mata tengah memandang ke arahnya tanpa berkedip sedikit pun. Dia tak henti-hentinya memandangi Ha Won dan mengagumi betapa cantiknya dia hari ini.
Perlahan,dia mendekati Ha Won.
"Annyeong Sung Ha Won. Remember me? Your old memory" kata orang itu yang ternyata adalah namja sambil tersenyum manis pada Ha Won.
"Omo,Seungri oppa! Tentu saja aku masih mengingatmu! Bagaimana bisa aku melupakan pacar pertamaku,eoh?" kata Ha Won senang.
"Kau tampak cantik hari ini Wonnie,ngomong-ngomong di mana Junhyung?" tanya Seungri dengan tampang kebingungannya.
"Dia? Hmm,entahlah hehe" jawab Ha Won.
"Baiklah Wonnie,aku pergi menghampiri yang lain dulu ne? Annyeong" kata Seungri lalu meninggalkan Ha Won.
"Ne,Annyeong oppa" kata Ha Won.
****
"Yak! Hari ini seperti yang kalian ketahui adalah hari kelulusan bagi seluruh siswa kelas 3 Cube High School,dan kali ini ada sambutan spesial dari seseorang,yang saya yakin kalian sudah mengenal dia sebelumnya" kata sang MC. Ruangan itu pun kini penuh dengan bisikan-bisikan tentang siapa orang yang dimaksud sang MC. "Baiklah,tuan silahkan" kata sang MC mempersilahkan seseorang.
Tak lama kemudian,muncullah sesosok namja berbadan tinggi,tampan,serta berhidung mancung mengenakan tuxedo berwarna hitam dan kacamata hitam masuk ke dalam ruangan itu. Semua murid pun secara serempak menyebutkan sebuah nama. "Yong Jun Hyung?!". Ha Won pun terbelalak.
"Ya,kalian pasti mengenal saya,dulu saya adalah murid di sekolah ini,sekolah ini cukup penting untuk saya,terutama ketiga orang yang membuat saya betah di sini. Lee Gikwang,big thanks for you bro! Kim Hyun Ah,iam glad to know you girl! Last,Sung Ha Won. Iam glad to be your boyfriend until now" kata Junhyung sambil tersenyum ke arah Ha Won. Semua pandangan tertuju pada Ha Won yang wajahnya tengah merona sekarang. "Dihadapan kalian semua yang ada di ruangan ini,saya ingin..." kata Junhyung menghentikan kata-katanya dan berjalan menuju Ha Won. "Saya ingin kalian menjadi saksi atas lamaran ini. Ha Won,would you be mine forever? Ehm,i mean. Would you be my wife?" tanya Junhyung.
"Ne! Aku mau Junnie! Aku mau!" kata Ha Won seraya menghambur ke dalam pelukan Junhyung. Semua yang ada di ruangan itu pun tersenyum,tak terkecuali Gikwang,Hyuna,dan Seungri tentunya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
"YAK! JUNHYUNG-AH BANGUUNN! TIDAKKAH KAU DENGAR TANGISAN ANAKMU INI,EOH?" kata Ha Won sambil berteriak ketika membangunkan Junhyung dari tidur.
Finally,mereka hidup bahagia selamanya~
-End-
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Annyeong chingudeul! Mianhaeyo telat post FFnya kekeke~ sibuk mikir lanjutannya sih heung-_- Oke,abis ini mungkin aku bakalan bikin FF tentang EXO dengan unsur fantasy wekwek~ Sampai ketemu next FF chingudeul! ;;)



0 komentar:
Posting Komentar