We're Different but We're In Love | Chapter 1

Minggu, 10 Maret 2013




Tittle : We’re Different,but We’re In Love
Author : JokerTaaany
Genre : Fantasy,Romance,Friendship,Hurt/comfort
Length : Twoshoot
Main casts :
-          Kim Jong In
-          Xi Lu Han
-          Wu Eun Soo (OC)
Other casts :
-          Wu Yi Fan
-          Kim Joon Myeon
-          Wu Gi Na
Rating : PG15

Annyeong! Saya author baru di sinii *bow* salam kenal yaa :3 Maaf kalo misalnya semua cerita saja ngaco,tidak jelas dan lain-lain. Karena saya juga masih belajar u____u Btw,ini hasil imajinasi saya sendiri. Tanpa copas! Jadi kalo misalnya ada kesamaan cerita,alur,atau apa pun itu tolong dimaafkan. Saya juga manusia T^T yaudah deh yuk capcus aja sama ceritanya~


Tegang. Itulah suasana kerajaan vampire sekarang. Mereka resah,mendengar kabar bahwa sedang ada perburuan vampire besar-besaran dari negeri nun jauh di sana. Mereka merupakan keturunan Werewolf yang merasa bahan makanan mereka berkurang dengan adanya vampire di dunia ini. Raja kerajaan vampire itu tengah memikirkan sesuatu. Lebih baik mundur/menyerang? Mereka tidak memiliki banyak pasukan,butuh waktu lama untuk membentuk pasukan baru dari para manusia picisan itu.

“Permisi Paduka,ada apa gerangan Paduka memanggil saya ke mari?” tanya pelayan kerajaan yang paling dipercaya oleh Raja Wu,Xi Lu Han namanya.
“Begini Luhan,saya ingin meminta pendapatmu,kau sudah mendengar kabar tentang perburuan yang dilakukan oleh para werewolf,bukan?” Luhan mengangguk. “Jadi,menurutmu lebih baik kita mundur atau kita melawan? Aku tidak yakin jika kita melawan kita bisa menang. Kau tahu sendiri kan pasukan kita tidak banyak? Dan butuh waktu lama untuk membentuk pasukan baru dari para manusia di pusat kota ini” Yi Fan menunduk. Ia sedikit frustasi akan hal ini.
“Kita tetap melawan,Yang Mulia. Kekuatan mereka meningkat ketika bulan purnama,bukan? Kita punya kesempatan untuk membentuk pasukan baru sebelum bulan purnama tiba. Mereka pasti akan menyerang kita ketika kekuatan mereka berlipat ganda. Bulan purnama masih satu bulan lagi Yang Mulia,setidaknya kita dapat mengumpulkan sedikitnya 200 pasukan” jawab Luhan tenang.
“Kau benar,tidak salah aku meminta pendapatmu. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu sekarang. Terimakasih saranmu,Luhan”
“Sama-sama Yang Mulia,baiklah saya permisi”

**

Di sebuah taman di pusat kota. Terlihat dua insan sedang bermesraan. Wu Eun Soo dan Kim Jong In nama dua insan tersebut. Mereka berdua tidak tahu bahwa keluarga mereka bermusuhan satu sama lain. Jongin merupakan werewolf,sedangkan Eunsoo merupakan vampire. Mereka tidak pernah memberi tahu satu sama lain.

Awal pertemuan mereka hanya dari kata “Maaf,aku tidak sengaja” ketika secara tidak sengaja Eunsoo menumpahkan minuman ke baju Jongin. Jongin bukan merupakan tipe lelaki yang romantis. Jongin merupakan lelaki yang sifatnya lebih dewasa dari pada umurnya. Sifat Eunsoo adalah kebalikan dari sifat Jongin,sifat Eunsoo kekanakkan,tidak mau mengalah,dan juga manja. Mungkin karena faktor dari keluarganya yang memang terlalu memanjakannya.

“Jongin-ah ini sudah sore,aku pulang dulu ya,aku takut kedua orangtuaku akan mencariku” pamit Eunsoo.
“Baiklah,kau hati-hati di jalan. Oh iya jangan lupa,besok aku akan berkunjung ke rumahmu ya” kata Jongin.
“Iya,sampai besok. Annyeong”
Nado Annyeong”

**

Setibanya di rumah,Eunsoo telah dikagetkan oleh kosongnya istana. Tidak ada siapa-siapa di istananya yang se megah ini. Eunsoo pun mencari-cari ke setiap sudut ruangan. Sampai pada akhirnya,ia bertemu dengan Luhan yang sedang memotong rumput di halaman belakang istananya.

“Luhan-ge,kemana perginya semua penghuni istana? Ayah dan Bundaku kemana ge?” tanya Eunsoo.
“Mereka berburu untuk membuat pasukan,nona” jawab Luhan tanpa menghentikan pekerjaannya.
“Pasukan? Untuk apa?” Luhan menghela nafas panjang. Ia pun menceritakan semuanya yang ia tahu kepada Eunsoo. Tanpa terlewat sedikit pun. Setelah mendengar penjelasan Luhan,mata Eunsoo sedikit memanas. Ia merasa ingin menangis. Luhan yang mengetahui situasi langsung memeluk Eunsoo.

“Nona,tenanglah. Aku yakin kita tidak akan apa-apa. Percayalah padaku,kau tahu kan aku dan ayahmu bukan vampire sembarangan?”
“Aku tahu tentang itu Luhan-ge,hanya saja,seandainya kita kalah,bagaimana?”
“Yang Mulia tidak akan pernah membiarkanmu ikut dalam perang itu,kau harus tetap bersamaku”
“Jadi,kau tidak ikut perang itu?”
“Tidak,aku lebih baik di sini dan menjagamu” Eunsoo tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada tubuh Luhan. Di dalam hatinya,Luhan berbisik. “Ini nyaman”

**

Sementara itu,di kerajaan werewolf. Jongin atau yang lebih sering dipanggil Kai,anak dari Kim Joon Myeon,ketua suku werewolf sedang diberikan pengarahan. Ia diajarkan segala yang ayahnya tahu. Dalam hatinya,ia tidak pernah ingin ikut hal yang seperti ini. Namun,karena jabatan ayahnya lah yang mengharuskannya berpartisipasi dalam acara besar-besaran bangsanya ini.

Malam itu seusai latihan,Kai duduk di balkon kamarnya. Memandangi langit yang penuh dengan bintang. Ia memandangi bulan. Berharap jika tidak akan pernah ada bulan purnama. Jadi,ia dan sukunya tidak perlu melakukan ini. Ini kejam,bukan? Membunuh vampire yang sebenarnya tidak bersalah? Membayangkan dirinya sedang membunuh seorang vampire saja sudah membuatnya bergidik. Bagaimana jika ia harus melakukannya secara nyata?

Kai menggosok-gosokkan telapak tangannya. Ia kedinginan.

“Kai-ah,kuharap kau dapat melatih kekuatanmu dengan cepat. Kau bukanlah werewolf biasa” kata ayahnya yang mengagetkan Kai.
Kai mendengus mendengar perkataan ayahnya,kemudian ia berkata “Iya ayah,kuharap juga begitu. Kau juga bukan werewolf biasa,kan?”
Joonmyeon tersenyum bangga “Tentu saja,jika anaknya bukanlah werewolf biasa,sudah pasti anaknya juga. Sudahlah,lebih baik kau tidur,besok kau masih ada mata kuliah,bukan?”
“Iya ayah,jaljayo” ucap Jongin. Joonmyeon pun keluar dari kamar anak satu-satunya itu.

Keesokan harinya Kai berangkat menuju universitasnya tempat ia menuntut ilmu sekarang ini. Ia juga ingin bertemu dengan kekasihnya tentu saja. Tidak bertemu dengan Eunsoo sehari saja,itu dapat menyebabkan gangguan jiwa menurutnya. Berlebihan mungkin,tapi Eunsoo suka dengan perlakuan Kai.

“Eunsoo-ya!” sapa Kai pada kekasihnya itu.
“Ya,Jongin-ah!” balas Eunsoo.
Kai sudah sangat hafal dengan kebiasaan kekasihnya yang gemar sekali membaca. Maka,dengan mudahnya Kai menemukannya. Di mana lagi selain perpustakaan yang penuh dengan buku-buku tebal tak bergambar itu?
“Kau sedang membaca apa?” tanya Kai.
“The Legend Of Werewolf” jawab Eunsoo sambil membolak-balik halaman buku yang sedang dipegangnya. Kai menelan salivanya begitu ia mendengar Eunsoo menyebutkan kata ‘Werewolf’.
Kai berubah gugup. “Untuk apa kau membaca buku seperti itu? Werewolf itu hanya mitos ha-ha-ha” ucap Kai sambil tertawa garing.
Eunsoo menaikkan sebelah alisnya. “Kau kenapa? Apakah kau sakit? Kalau begitu sepulang sekolah kau tidak perlu mampir ke rumahku kalau begitu,kau istirahat saja”.
“Apa? Ti-tidak aku tidak apa-apa,aku akan tetap mampir ke rumahmu hehe” ucap Kai sambil membentuk V sign.

**

Luhan memicingkan matanya untuk melihat lebih jelas dua sosok yang mendekat kea rah istana. Ia merasakan orang yang bersama Eunsoo merupakan bukan dari bangsa vampire. “Kau masuk tepat ke kandang macan yang kelaparan” Luhan menyeringai. Tentu saja,sosok yang sedang berjalan bersama Eunsoo adalah Kai. Musuh besar bangsa vampire.

“Ayah,Bunda aku pulang” kata Eunsoo pada kedua orangtuanya.
“Siapa itu Eunsoo-ya?” tanya Gina,Bunda Eunsoo tanpa basa-basi.
“Oh bunda,kenalkan dia adalah kekasihku namanya Jongin” ucap Eunsoo dengan sumringah. Namun tidak dengan Yi Fan dan juga Gina. Mereka seperti curiga pada sosok lelaki yang bersama Eunsoo.
“Jongin-ah,selamat dating di istana kecil kami” kata Yi Fan.
“Terimakasih ahjussi,ahjumma” balas Kai sambil membungkuk 90°.

Setelah Eunsoo mengajak Kai berkeliling sekitar rumahnya. Luhan mendatangi Yi Fan dan juga Gina.
“Permisi Yang Mulia” Luhan berjongkok di hadapan singgahsana Rajanya.
“Ada apa Luhan?” tanya Yi Fan.
“Lelaki yang bersama Eunsoo tadi adalah seorang…”
“Werewolf” potong Gina. Luhan mengernyitkan dahinya. “Bagaimana Paduka Ratu bisa tahu?”
“Hahaha baunya saja tercium seperti anjing peliharaan” jawab Gina.
“Luhan,tolong awasi Eunsoo” ucap Yi Fan yang mengubah air mukanya menjadi serius.
“Baiklah Yang Mulia,saya permisi” ucap Luhan.

Luhan terus mengikuti setiap gerak-gerik Eunsoo dan Kai. Sesekali,Kai menoleh ke belakang dan tak menemukan apa-apa. Karena Luhan,dapat membaca isi pikiran orang dengan kekuatan Telekinesis miliknya. Itulah yang menjadi kelebihan Luhan.

Terkadang,Luhan memegangi dadanya yang terasa sesak ketika melihat kemesraan pasangan Eunsoo dan Kai. Diam-diam,ia mencintai Eunsoo. Bagaimana tidak? Mereka sudah bersama-sama sejak kecil. Sejak kepergian kedua orangtua Luhan. Yi Fan dan Gina lah yang mengasuh Luhan. Itu sebabnya Luhan terus mengabdi pada keluarga Wu. Meskipun ia harus mengorbankan nyawanya,ia rela untuk melindungi keluarga ini.

Ketika sedang memata-matai mereka,Luhan merasa ia diajak bertelepati oleh Yi Fan.

“Luhan,jangan beri tahu Eunsoo tentang kekasihnya itu,mengerti?”
“Saya mengerti,Yang Mulia”
“Oh iya,bisakah kau baca fikirannya? Lalu beritahu aku”
“Baiklah Yang Mulia,tunggu sebentar”

Luhan berkonsenterasi,ia berusaha membaca isi fikiran Kai. Luhan tercengang ketika ia mengetahui bahwa Kai pun tidak tahu tentang Eunsoo yang sebenarnya. 1 poin tambahan untuk keluarga vampire. Ini merupakan senjata yang bagus.

**

“Pasukan kita ternyata lebih banyak dari yang kukira,Yang Mulia” ucap Luhan.
“Haha kau benar,ini menguntungkan,berterimakasihlah kepada para prajurit” Yi Fan tersenyum bangga.

Sementara itu di tempat suku werewolf.

Joonmyeon mengetahui tentang rencana penyerangan yang akan dilakukan oleh bangsa vampire. Ia terus saja memutar otaknya untuk mencari jalan keluar agar sukunya tidak kalah.Biar bagaimanapun dialah pemimpin suku werewolf. Akhirnya,ia menemukan cara.

“Kai-ah,kemarilah” ia memanggil Kai yang kebetulan sedang lewat di depannya.
“Ada apa ayah?” tanyanya.
“Bisakah kau membantuku malam ini? Kau harus melakukan sesuatu untukku” Joonmyeon mengeluarkn smirknya yang membuat Kai bergidik. Perasaan Kai berubah menjadi tidak enak setelahnya.
“Apa itu?” tanya Kai hati-hati.


To Be Continued~

0 komentar:

Posting Komentar