Tittle : Me or Him?
Genre : Angst,romance,friendship,fantasy
Length : One shoot
Main casts :
- Huang Zi Tao as Tao
- Xian Mei Kwok as Mei
- Wu Yi Fan as Kris
Other casts :
- Other EXO M members
-------------------------------------------------------------------------------
** Kau memang kembali
tetapi mengapa?
Mengapa kau kembali
Disaat aku sudah bersamanya?
Mengapa kau harus mengajukan pilihan ini?
Ini sulit
Sungguh sulit **
"Aku tidak tahu tentang perasaanku sendiri ge,apakah kau bisa membantuku?" tanya gadis berparas bak bidadari itu pada kakak laki-laki satu-satunya.
"I don't know am i can help you or not but i'll try to help you" jawab kakak laki-lakinya itu.
"Thank you Luhan-ge,you're the best brother ever" jawab gadis itu seraya memeluk kakaknya.
"No need to thanks,Mei" kata Luhan sambil membalas pelukan adiknya tersebut.
•
•
•
"Kau?" kata lelaki itu.
"Kenapa? Kamu kaget?" kata sosok misterius itu balik bertanya.
"Tidak terlalu sih,kau menguntitku ya?" tanya lelaki itu.
"Haha kalau iya memangnya kenapa? Aku suka melihatmu dalam posisi tidur,itu terlihat manis Tuan Huang Zi Tao" jawab sosok misterius itu kemudian menyunggingkan senyumnya.
"Kebiasaanmu itu tidak bisa dihilangkan ya? Selalu saja menguntitku setiap hari Selasa,kau itu mengagetkanku Nona Xian Mei Kwok" balas lelaki yang bernama Huang Zi Tao itu.
"Hehe duibuqi,yasudah kau bersiap-siaplah atau kita akan terlambat sekolah aku tunggu di bawah ya" kata Mei yang kemudian melompat keluar dari jendela. Tao yang melihat itu hanya menggelengkan kepala melihat kekasihnya tersebut.
•
•
"Xiao Mei" panggil salah seorang lelaki.
"Iya? Ada perlu apa Yixing-ge?" tanya Mei tanpa basa-basi.
"Kau dipanggil oleh Xiumin-ge" jawab lelaki yang dipanggil Yixing itu.
"Oh,baiklah di mana dia?" tanya Mei lagi.
"Dia ada di kantin,ayo bersama denganku saja" jawab Yixing mantap.
At canteen.
"Ada perlu apa Xiu-ge? Sampai-sampai semuanya ada di sini" tanya Mei yang kemudian meminum jus mangga milik Luhan. Sedangkan sang empunya jus hanya diam saja melihat tingkah adik tercintanya itu.
"Kau sudah melakukan penobatan itu?" tanya Xiumin pelan.
"Belum ge,aku bingung,sepertinya aku belum siap untuk itu" jawab Mei tak kalah pelan.
"Aku tidak mau tahu! Nanti malam kau harus melakukan penobatan itu" kata Xiumin kemudian.
"Tapi ge...."
"Tidak ada tapi-tapian Mei,aku sudah mendengar kabar kembalinya dia dari Luhan,cepat atau lambat dia pasti mencarimu" jelas Xiumin sebelum Mei melanjutkan kata-katanya.
"Baiklah kalau begitu" jawab Mei pasrah.
•
•
"Apa kau serius kau ingin mengajakku ke tempat penobatanmu yang penuh dengan....."
"Sssttt,listen to me please Tao,i'll never let them to hurt you,i swear" kata Mei yang memotong perkataan Tao sambil menaruh jari telunjuknya di permukaan bibir peach milik Tao.
"Okay,padahal kan aku sudah bilang padamu aku rela menjadi sebangsa denganmu asalkan aku bisa bersama-sama denganmu Mei" kata Tao yang membuat langkah kaki Mei berhenti. Kemudian ia pun menoleh ke arah Tao.
"Qin'ai dengarkan aku,aku menyayangimu sangat-sangat menyayangimu,tapi aku tidak bisa membiarkanmu menjadi seorang vampire seperti aku,kau masih memiliki keluarga dan mereka semua manusia,kau tidak akan mungkin meninggalkan mereka hanya karena wanita seperti aku" jelas Mei panjang lebar. Tao pun mendesah mendengar pernyataan dari kekasihnya itu.
"Aku mengerti tentang itu Mei,tapi aku ingin melindungimu juga" kata Tao.
"Kau masih tetap bisa melindungiku sayang" ucap Mei sambil mengusap pipi Tao. Mereka pun meneruskan perjalanan mereka menuju tempat penobatan Mei sebagai vampire seutuhnya.
Sesampainya di tempat tujuan. Mei langsung menitipkan Tao pada Luhan untuk menjaganya dari 'serangan' vampire lain.
** Mei's POV
Demi Tuhan dadaku berdebar-debar. Apakah aku sudah siap? Apakah aku sudah sanggup? Arrrgghh seandainya jika bukan karena 'dia' telah kembali. Aku pasti belum melakukan penobatan ini. Oke,sekarang aku hanya perlu berjalan ke tengah lingkaran itu lalu duduk di sana. Kemudian mereka akan mengajukan beberapa pertanyaan padaku. Memberikan tanda vampire seutuhnya di leherku. Aku pun akan berubah dan....... Setelah berubah,aku diwajibkan untuk menghisap darah. Terdengar menjijikkan memang. Bahkan aku sendiri pun belum pernah meminum setetes pun darah. Huekkk.
"Xian Mei Kwok,kemarilah" sial! Ketua sudah memanggilku. Bagaimana ini? Oke,aku harus santai. Sebelum aku pergi ke tengah,kusempatkan untuk melihat wajah kekasihku,Tao. Kemudian tersenyum padanya. Dia pun membalas senyumku. Senyum itu,senyum penyemangatku malam ini.
** Mei's POV end
Mei pun duduk di atas bintang yang berada di tengah lingkaran itu.
"Xian Mei Kwok,apakah kau sudah siap?" tanya Tetua vampire padanya.
"Aku sudah siap" jawab Mei mantap.
"Apa kau siap untuk menghisap darah bukan dari manusia?" tanya Tetua lagi kepadanya.
"Aku sangat siap" jawab Mei tanpa keraguan sedikit pun.
"Apakah kau siap untuk tidak terlalu dekat dengan manusia?" pertanyaan terakhir pun dilontarkan. Mei diam untuk beberapa saat. Berbagai pemikiran muncul begitu saja dalam benaknya. Akhirnya ia pun menjawab.
"Aku siap" jawabnya sedikit bergetar. Kemudian sang Tetua pun mengoleskan cairan kental yang entah apa itu pada permukaan kulit leher milik Mei yang putih itu. Beberapa saat kemudian,Mei pun mengerang. Rasanya sakit. Ia merasa kulitnya seolah terbakar. Tao yang melihat kejadian itu merasakan bahwa ada benda tajam yang menohok ulu hatinya. Sakit.
Belum selesai proses transformasi Mei menuju vampire sempurna. Segerombolan vampire pun datang berniat untuk mengacaukan proses transformasi tersebut. Luhan yang menyadari bahaya dengan membaca isi pikiran gerombolan itu pun langsung menarik Tao mundur ke belakangnya.
"Tetap di belakangku! Ada sesuatu yang tidak beres di sini" kata Luhan sambil memperlihatkan gigi-gigi taringnya yang tajam dan berhasil membuat Tao merinding.
"Baiklah ge" jawab Tao gemetar.
"Aku akan menyuruh Xiumin dan Lay menjagamu sementara aku menjaga Mei" kata Luhan yang dengan secepat kilat menghilang kemudian digantikan oleh Xiumin dan Lay.
"Kau aman bersama kami" kata Lay menenangkan Tao.
Sementara itu,proses transformasi masih berjalan. Mei masih terlihat mengerang kesakitan. Namun,samar-samar ia melihat seorang lelaki berdiri menghadapnya dan menyunggingkan smirknya.
"Sebegitu tidak mengharapkan kedatanganku kah sampai kau mempercepat proses penobatanmu? Hm?" tanya lelaki itu.
"Lepaskan tangan kotormu darinya!" bentak Luhan pada lelaki itu.
"Oh,hai Luhan-ge sudah lama tidak berjumpa denganmu,apakah kau merindukan calon adik iparmu ini? hm?" tanya lelaki itu pada Luhan.
"Cih,jangan harap kau akan menjadi iparku Wu Yi Fan! Dengan seenaknya dulu kau meninggalkan Mei,lalu kembali dan berusaha mengacaukan ini semua? Huh? Langkahi dulu jasadku" jawab Luhan dan melayangkan tatapan mematikan pada lelaki bernama Wu Yi Fan itu.
"Haha,slow down ge,dia milikku,bisakah kubawa dia pulang?" tanya Wu Yi Fan.
"Pergilah Kris,kau sudah bukan bagian dari kelompok kami lagi" kata salah satu Tetua pada Wu Yi Fan atau yang lebih akrab disapa Kris tersebut.
"Duibuqi,aku hanya ingin mengambilnya" kata Kris sambil menunjuk sosok Mei yang masih tergeletak di lantai.
"NEVER! Arrgg" kata Luhan sambil mengerang,memperlihatkan deretan gigi-gigi taringnya yang tajam.
Tanpa diduga,Mei pun bangkit dengan wajah 'lapar' sekaligus 'haus' nya. Ia butuh darah. Tao yang menyadari hal itu pun segera berlari menuju Mei. Xiumin dan Lay sudah berusaha menahannya. Namun nihil. Tao tetap bersikeras ingin mendonorkan darahnya pada Mei.
"Qin'ai hisaplah darahku,aku tahu kau membutuhkannya. Come on" kata Tao setengah memaksa. Mei yang saat itu benar-benar mem-bu-tuh-kan darah pun akhirnya menggigit leher Tao dan menghisap sedikit darahnya. Karena bagaimanapun dia juga ingin membantu kakaknya dalam perkelahian dengan mantan kekasihnya. Kris.
"Duibuqi qin'ai,aku sudah membuatmu menjadi vampire karena keterpaksaanku" kata Mei sambil berlutut di hadapan Tao.
"Aku tidak apa-apa" jawab Tao tersenyum. "Butuh berapa lama untuk bertransformasi menjadi vampire sepertimu?" tanya Tao.
"10 menit,hanya 10 menit" jawab Mei.
"Aku akan melindungimu" kata Tao yang sedetik kemudian mengerang kesakitan. Ia merasakan hal yang sama dengan Mei ketika ia bertransformasi tadi. Mei pun meninggalkan Tao dan beralih ke Kris.
"Kris-ge,berhadapanlah denganku,lawanmu adalah aku,jangan sakiti Luhan-ge" kata Mei yang saat itu tengah berusaha mencekik Luhan. Kris yang mendengar itu pun langsung melepas cengkeramannya dari leher Luhan dan berjalan menuju Mei.
"Kau makin cantik,Mei" puji Kris.
"Cih,kau fikir aku akan terbuai,begitu? Memalukan" kata Mei dengan nada meremehkan.
"Mei qin'ai kembalilah denganku" kata Kris.
"Tidak akan! Kemana kau dulu saat aku sedang sangat-sangat menyayangimu? Kemana kau dulu saat aku benar-benar terpuruk? Kau menghilang seolah tidak pernah terjadi apa-apa dan menyisakan luka yang sangat dalam dihatiku,beruntungnya aku,Tuhan memberikanku pengganti dirimu yang jauh lebih baik darimu" ucap Mei. Seketika mata Kris membulat.
"Pengganti? Kau sudah melupakanku?" tanya Kris shok.
"Tentu saja,kau lihat lelaki yang kurang dari 2menit lagi akan menjadi sebangsa denganku? Dialah kekasihku sekarang" kata Mei bangga.
"Tidak akan kubiarkan dia merebutmu dariku" kata Kris.
"TIDAK! KRIS! JANGAN!" kata Mei berteriak pada Kris yang pada saat itu berusaha menggagalkan transformasi itu. Entah kekuatan dari mana,kini Mei berada di depan Kris dan langsung mendorong tubuh atletis Kris dengan cukup keras. Sontak. Kris pun terpental dan menghantam tembok di belakangnya. Saat itu juga Mei tersentak karena seseorang memegangi bahunya. Refleks,ia pun menoleh ke arah belakang dan mendapati Tao yang kini adalah seorang vampire.
"Sekarang,dia adalah bagianku" kata Tao yang langsung melesat ke arah Kris. Ia pun melepaskan beberapa tinjuan pada bagian perut sixpack milik Kris. Perkelahian pun tak terhindarkan. Mereka saling memukul,menendang,dan mencakar satu sama lain. Mei yang merasa iba melihat keduanya pun bertindak.
"STOP!" teriak Mei pada mereka. Mereka pun menghentikan kegiatan mereka semula.
"Aku tidak ingin melihat kalian berdua berkelahi,tolong" ucap Mei dengan nada memelas.
"Baiklah kalau begitu,dengan satu syarat" kata Kris.
"Apa pun itu" jawab Mei.
"Kau harus memilih antara aku atau si kecil sok jagon ini" kata Kris yang sontak membuat Mei membulatkan kedua matanya. Ia berfikir cukup keras. Ini merupakan pilihan sulit. Bagaimana tidak? Di sisi lain ia masih menyayangi Kris dan di sisi lain ia juga menyayangi Tao. Akhirnya ia pun memutuskan untuk memilih......
"Baiklah,aku memilih bersama Tao" ucap Mei mantap. Ia merasa yakin dengan pilihannya sekarang.
"T-tapi kenapa?" tanya Kris tak percaya.
"Kepercayaanku padamu sudah hilang Kris,mungkin kau akan mendapatkan yang lebih baik dariku" ucap Mei lalu menarik tangan Tao untuk pergi dari tempat itu. Luhan yang saat itu sedang dipapah Xiumin dan Lay pun menyunggingkan senyumnya.
"Pilihan yang tepat" gumamnya.
Kris dan gerombolannya pun akhirnya pergi dari tempat itu,dan malam itu pula Tao sudah resmi menjadi bagian dari kelompok vampire.
"Aku tidak percaya akhirnya aku merubahmu menjadi sama sepertiku pada akhirnya qin'ai" ucap Mei dengan nada penyesalan yang sangat kentara di dalamnya.
"Tidak usah khawatir,orangtuaku pasti akan mengerti,dan lagipula aku bisa terus berada di sampingmu selamanya kan?" kata Tao sambil mengelus puncak kepala Mei penuh sayang.
"Wo Ai Ni Huang Zi Tao" ucap Mei.
"Wo ai ni Xian Mei Kwok" jawab Tao.
*******
"Cih,jangan bahagia dulu,tunggu pembalasanku dan aku akan membuatmu menjadi milikku lagi,Mei" ucap Kris yang memperhatikan Tao dan Mei dari kejauhan. Kemudian ia pun berlari secepat kilat menjauh dari tempat itu.
END~
•


0 komentar:
Posting Komentar