Author : Intan Nurmala ( @IntaanNM )
Tittle : From friend become boyfriend
Genre : Romance,angst,sad romance,humor,ngawur (so pasti)
Main cast :
You as Sung ha won
Yong Junhyung as Junhyung
Lee Seung Hyun as Seungri
Other cast :
Kwon Ji Yong as GDragon
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Sung Daesung as Daesung
Lee Gikwang as Gikwang
Kim Hyun Ah as Hyuna
Summary : Cinta memang tak bisa di paksakan. Memaksakan cinta untuk mencintai orang yang sebelumnya tidak kita cintai? Akan sangat sulit. Semakin kau berusaha melupakannya. Semakin sulit pula kau melupakannya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Prev chapter :
"Dia memanggilmu "chagi" wonie?" tanyaku pada Ha Won.
"Ne,waeyo?memangnya hanya kau yang boleh memanggilku seperti itu?"
"Mwo?tentu saja hanya aku! Hanya aku yang boleh memanggilmu 'chagi'!"
"Apa hakmu?"
"Aish sudahlah aku tidak ingin berdebat denganmu!"
"Yasudah"
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bel masuk pun berbunyi tanda pelajaran akan dimulai. Sekarang adalah pelajaran Matematika,pelajaran yang sangat-sangat dibenci oleh Junhyung. Jujur saja dia tidak mengerti sama sekali dengan rumus-rumus sialan itu. Melihatnya saja dapat membuat kepalanya pusing,katanya. Dan selama pelajaran itu pula Junhyung tidak mendengarkan ocehan Lee Songsaenim. Dia tengah sibuk memikirkan gadis yang kini duduk disebelahnya,Ha Won.
Junhyung's POV
Sebenarnya apasih yang dipikirkan anak ini? Sehingga dia membolehkan orang lain memanggilnya "chagi". Bahkan ternyata mereka telfonan setiap malam. Kenapa kau tidak pernah menelfonku? Kau pun tidak pernah mengirimiku sms,selalu aku yang harus memulainya. Ah,kenapa aku jadi memikirkan hal ini sih? Bukankah aku yang berkata agar Ha Won tidak menyukaiku? Maafkan aku karena telah berkata demikian Won-ah. Itu semua karena aku benar-benar menyayangimu. Aku tidak ingin kau tersakiti oleh pria sepertiku.
Aku bukanlah namja yang baik buatmu. Mungkin kau lebih baik bersama Seungri saja. Tampaknya dia menyukaimu sama besarnya seperti aku menyukaimu. Aku harus menyiapkan ini dari jauh-jauh hari. Agar begitu tiba waktunya,kau tidak akan bersedih Won-ah. Jeongmal Saranghaeyo Sung Ha Won.
End Of Junhyung's POV
Ha Won's POV
Apa yang sedang dipikirkan anak ini? Kenapa ia tidak memerhatikan pelajaran sama sekali? Tidak seperti biasanya ia begini ketika pelajaran Matematika. Yaa,memang kuakui dia sangat lemah pelajaran ini. Tapi percayalah biasanya dia masih memerhatikan meskipun hanya sebentar.
"Junnie" panggilku. Hening. Tak ada jawaban.
"Junnie" Hening. Dia masih tak menjawab.
"Yah! Yong Junhyung!" kataku geram sambil menepuk bahunya. Dia pun menengok kearahku tanpa memasang ekspresi apapun. Datar. Dingin. Membuatku bergidik ngeri melihatnya.
"Ada masalah apa? Kenapa asik sekali melamun heh?"
"Ani"
"Ceritakanlah padaku Junnie"
"Ani" jawabnya lagi.
"Baiklah kalau kau tidak mau menceritakannya padaku"
"Ne"
Astaga apa yang terjadi dengan pemuda disebelahku ini? Ada apa dengannya? Kenapa dia jadi seperti ini? Junhyung-ah kembalilah menjadi dirimu yang dulu. Yang selalu melawak meskipun lawakanmu garing. Kau dingin seperti itu saja membuatku bergidik.
** skip time **
Bel tanda pelajaran usai pun berbunyi. Semua anak sibuk berhamburan keluar kelas karena tandanya bagi mereka untuk pulang. Tak terkecuali aku,Hyuna,Junhyung,dan Gikwang.
"Junnie" panggilku.
"Ne?"
"Kau tidak apa-apa?"
"Tidak,memangnya ada apa denganku,eoh?"
"Tidak,memangnya ada apa denganku,eoh?"
"Anio"
Hening. Sepanjang perjalanan tak ada yang berbicara sedikit pun. Benar-benar merubah seorang Yong Junhyung! Biasanya dia akan mengoceh tentang PR hari ini,atau tentang Seungri yang selalu menghampiri kami ketika jam istirahat. Tapi kali ini berbeda! Dia sama sekali tak berbicara! Wajahnya pun datar. Kuakui dia memang orang yang cool,dan jarang berbicara di depan umum. Tapi itu tak berlaku terhadap kami.
"Oh iya,aku punya berita buat kalian berdua" kata Gikwang memecah keheningan.
"Mwo?" tanyaku. Junhyung hanya diam tanpa menoleh sedikit pun.
"Aku dan Hyuna sudah berpacaran hehe" kata Gikwang sambil merangkul Hyuna.
"Omoo serius? Aish ternyata benar dugaan kami hahaha" kataku. Junhyung masih tetap dengan posisinya semula.
"Serius,kami baru berpacaran sejak kemarin,iyakan chagi?" kata Gikwang.
"Ne,bagaimana dengan kalian? Memang kalian tidak memiliki hubungan spesial? Tapi tampaknya kalian saling suka" celetuk Hyuna.
Kali ini Junhyung menoleh,dengan sebuah senyuman yang dipaksakan terukir dibibir mungilnya itu. Orang dungu pun pasti tahu kalau senyuman itu adalah senyuman yang dipaksakan.
"Kami tidak memiliki hubungan apa-apa kok" kata Junhyung.
"Aish jinjja?" tanya Gikwang.
"Iya,kami tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas sahabat" tambahku kemudian. Andai saja ada yang mengerti perasaanku saat Junhyung mengatakan itu. Aku sedang berusaha mati-matian untuk menahan tangisku saat ini. Hanya Hyuna yang tahu bagaimana perasaanku pada Junhyung.
Aku pun berlari menuju asramaku meninggalkan mereka. Hyuna yang menyadari perubahan sikapku pun berusaha mengejarku. Begitu aku sampai di kamar asramaku,Hyuna pun datang.
"Wonnie,gwaenchana?" tanya Hyuna.
"Ne,Hyuna gwaenchana" kataku sambil menghapus airmataku.
"Uljima Wonnie,kau yeoja yang kuat,aku tahu itu" kata Hyuna kemudian memelukku.
"Ani Hyuna,bagaimana perasaanmu saat orang yang kau sukai berkata seperti itu?"
"Sakit" jawab Hyuna singkat.
"Itu juga yang kurasakan sekarang,baru pertama kali aku merasakan yang seperti ini"
"Uljima Wonnie" kata Hyuna yang masih mencoba menenangkanku.
"Ne Hyuna-ah gwaenchana" kataku kemudian melepas pelukan Hyuna dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka sekaligus berganti pakaian.
End Of Ha Won's POV
-------------------------
-------------------------
Junhyung's POV
Apa? Dia benar-benar menyukaiku? Astaga Junhyung! Kau sudah berbuat sesuatu yang bodoh. Membuat orang yang kau sayangi menangis. Namja macam apa kau ini? Mungkin mendengarkan diam-diam seperti ini tidak baik. Terlihat sepertu penguntit. Tapi aku memang khawatir dengan keadaannya. Aku harus kembali ke asramaku dulu sekarang. Kemudian mengiriminya sms. Atau mungkin menelfonnya. Aish Wonnie,maafkan aku.
End Of Junhyung's POV
--------------------------------
Author's POV
Ternyata tanpa Hyuna dan Ha Won sadari,Junhyung mendengarkan pembicaraan mereka dari luar kamar asrama mereka. Junhyung mendengar semuanya. Bahwa Ha Won menyukai dirinya. Kini,yang bisa dilakukan Junhyung adalah,ia akan berusaha menjauhi Ha Won meskipun itu berakibat yang sama terhadap dirinya.
** Di kamar Seungri dan Daesung **
"Hyung,sepertinya aku benar-benar menyukai adikmu" kata Seungri.
"Kejarlah siapa tahu kau berhasil mendapatkannya" kata Daesung.
"Baiklah,aku akan berusaha"
"Oh ya perlu aku ingatkan,adikku itu tidak mudah jatuh cinta,seumur hidupnya dia belum pernah berpacaran sekalipun"
"Aish,jinjja hyung?"
"Ne,meskipun dia cantik,baik,dan pintar,dia sangat pilih-pilih pada namja,entah sudah berapa ratus namja yang dia tolak secara halus"
"Apa dia pernah jatuh cinta?"
"Kalau yang itu mana kutahu,aku tidak pernah mengusik urusan pribadinya kecuali dia bercerita padaku soal itu"
"Dia memang cantik,baik hati,,imut,menggemaskan,pintar pula,ah benar-benar gadis yang sempurna"
"Dia juga gadis yang kuat loh"
"Aish serius hyung?"
"Ya,dia pernah terjatuh dari pohon tanpa menangis sedikit pun,dia pernah terlempar dari ayunan karena ulahku hingga tangannya perlu dijahit dan dia tidak menangis,melainkan aku yang menangis"
"Astaga benar-benar gadis yang tegar ya,jika aku ada diposisinya mungkin aku akan menangis saat itu"
"Yaa itulah adikku,dia juga misterius"
"Maksudmu?"
"Kalau kau sudah mengenalnya,kau akan tahu apa yang kumaksud misterius itu"
"Baiklah"
--------------------- To Be Continued --------------------------------
Niihhh part 4nya :D gimana?seru?garing?pastinya gajago ngelawak sih._.v mian ya kalo kurang puas mhehe. Tunggu next partnya ya! Lagi mikirin nih gimana kelanjutannya :D



1 komentar:
화이팅 생아~ ♥↖(^▽^)↗
Posting Komentar