Fanfiction : I Knew This Would Happen

Selasa, 25 Desember 2012


 Author : Yang punya blog ( @IntaanNM )
Tittle : I Knew This Would Happen
Genre : Conflict,Romance,Sad Romance
Length : Oneshoot
Main cast :
- Son Dongwoon
- Yong Hye Min
- Jang Hyunseung
Other cast :
All B2ST member!
Dan lain-lain
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hyemin's POV

Pagi ini,sinar matahari masuk melalui celah-celah di jendela kamarku. Pukul berapa ini? Aku pun segera bangkit dari kasur dan melirik jam yang ada di atas meja di samping tempat tidurku. "Oh baru pukul 6 pagi" gumamku yang kemudian langsung menyambar handuk yang tergantung di dekat kamar mandi. Aku pun mandi,sambil bernyanyi-nyanyi kecil,lagu Beast - I Knew It. Yah,aku sedang suka lagu ini. Aku tahu betul ini adalah lagu sedih. Tapi,masabodoh dengan lagu sedih atau bukan,intinya aku suka lagu ini.

Seusai mandi,aku pun bersiap-siap untuk sekolah. Setelah yakin semuanya siap,aku pun menghampiri ayah,ibu dan kakak laki-lakiku yang sudah lebih dulu berada di ruang makan.
"Annyeong umma,annyeong appa" kataku sambil mengecup pipi ummaku.
"Annyeong anak umma yang cantik,ayo duduk,umma masak omelette untuk sarapan" kata umma padaku.
"Ne,umma" jawabku.
"Hey,kau tidak menyapa oppamu ini?" tanya kakakku,Junhyung.
"Ingin sekali kah aku sapa?" tanyaku sinis.
"Sudahlah lupakan,susah berbicara dengan orang aneh sepertimu" katanya kemudian. Aku hanya terkekeh mendengarnya.

Dia adalah oppaku satu-satunya,umma bilang kelak jika dia sudah tidak ada lagi di dunia ini,oppaku lah yang akan menjagaku,maka aku harus menyayanginya. Tentu saja,aku menyayanginya,kami jarang sekali bertengkar. Dia adalah pemuda yang baik,tampan,keren,cool,dan pendiam. Jika saja aku bukan adiknya,mungkin aku pun akan naksir padanya. Sayangnya,aku adalah adiknya.

Seusai makan,aku pun berangkat sekolah dengan oppaku. Hey,kami hanya berbeda satu tahun. Sekarang aku duduk di kelas 1 sekolah tingkat akhir,sedangkan dia duduk di kelas 2 sekolah tingkat akhir (Read : I mean SMA). Kami selalu berangkat bersama setiap harinya. Dia selalu memboncengiku dengan motornya. Aku heran,apa dia tidak pernah mempunyai pacar? Sehingga setiap hari ia hanya memboncengiku.

Sesampainya di sekolah,kami berpisah. Aku pun berjalan menuju kelasku.

"Son Dongwoon! Sudah berapa kali aku bilang? Jangan terus mengikutiku seperti itu,orang dungu pun tahu kalau dia sedang diikuti jika caramu mengikuti seperti itu,bodoh!" cercaku.
"Aish,kenapa kau selalu tahu jika sedang aku ikuti? Kau punya indera berapa?" tanyanya.
"Woonie ku sayang,sudahlah,kenapa kau selalu mengikutiku?" tanyaku padanya.
"Hehe,mianhaeyo,sudah ayo ke kelas" ajaknya sambil merangkulku.

Ya,Son Dongwoon,namjachinguku. Belum lama kami berpacaran,usia hubungan kami baru menginjak 2bulan. Banyak orang bilang,kami serasi. Dia memang sedikit gila,tapi aku sayang padanya. Dia sekelas denganku. Banyak orang yang iri padaku karena bisa mendapatkan Dongwoon,karena dia adalah seorang artis. Tentu saja,dia adalah anggota Beast bersama 5orang lainnya,dan salah satu dari mereka adalah kakakku,Junhyung.

"Yah,selamat pagi Hyemin noona" sapa Gikwang.
"Selamat pagi juga Gikwang-ah" kataku sambil tersenyum.
"Selamat pagi Hyemin" kata pria yang ada di samping Gikwang,Yoseob.
"Selamat pagi juga Yoseob-ah" jawabku kemudian duduk di kursi tetapku bersama Dongwoon.

1 pesan masuk di handphoneku.

Tidak,jangan sekarang. Apa dia tidak tahu jika disampingku sekarang ada Dongwoon?

"Sms dari siapa chagi?" tanya Dongwoon mengagetkanku.
"Ah,ani hanya operator" jawabku.
"Oh,chagi,boleh aku pinjam handphonemu?

Astaga,mati aku dia ingin meminjam handphoneku? Ah,aku harus menghapus semua smsku,list callku,mengganti passord handphoneku,dan mengganti nama kontak 'orang itu' dari handphoneku. Dengan secepat kilat aku melakukan semuanya dan memberikan handphoneku pada Dongwoon.

"Chagi,sejak kapan kau mengganti password handphonemu? Password handphonemu bukan lagi tanggal jadian kita?"
"Eh? I-iya aku menggantinya,soalnya banyak yang sudah tahu bahwa password handphoneku adalah itu"
"Lantas? Apa passwordmu yang sekarang"
"060691" kataku berbisik di telinga Dongwoon.
"Aish chagi,kau menggantinya dengan itu? Hahaha kau ini bisa saja chagi" kata Dongwoon lalu mencubit pipiku.
"Chagi,kenapa inbox dan list callmu kosong?" tanyanya lagi.
"Eh itu karena memori nya full chagi,iyaa karena memorinya full hehe"
"Oh begitu" jawabnya datar.

Tuhan,semoga dia percaya dengan kata-kataku.

****

Dongwoon's POV

Sudah 2bulan berlalu sejak kejadian aku meminjam handphonenya dan dia mengganti password,menghapus kotak masuk serta daftar panggilannya. Hubungan kami juga merenggang. Kami hanya bertemu di sekolah. Mungkin juga karena jadwal Beast yang mulai memadat sehingga aku tak punya banyak waktu untuk menghabiskan waktuku dengannya. Dia juga berubah,menjadi lebih dingin,lebih cuek padaku,apa yang terjadi?

****

Author's POV

Diam-diam Hyemin bertemu dengan seorang pria di taman. Taman yang biasanya dia gunakan untuk bertemu dengan kekasihnya,Dongwoon. Tempat kencan pertamanya dengan Dongwoon,dan tempat Dongwoon menyatakan cintanya pada Hyemin.

"Mianhaeyo aku terlambat" kata seorang pria itu pada Hyemin.
"Tidak apa-apa chagi,Dongwoon tidak mencurigaimu kan?" tanya Hyemin.
"Tidak,dia tidak mencurigaiku tentang ini" jawab pria itu.
"Kau yakin tidak ada yang mengikutimu?"
"Yakin sekali Minnie chagi"
"Baiklah ayo jalan Seungie" kata Hyemin seraya menarik tangan pria itu,yang tak lain dan tak bukan adalah Hyunseung. Sahabat Dongwoon.

Diam-diam mereka sudah menjalin hubungan selama 2 setengah bulan ini.

--- Flashback ---

Hari itu,adalah 2minggu berlangsungnya hubungan Hyemin dan Dongwoon,namun Dongwoon tidak masuk sekolah karena ada keperluan keluarga. Hyemin merasa kesepian,ketika jam istirahat Gikwang dan Yoseob mengajaknya ke kantin tapi Hyemin menolaknya. Tak berapa lama kemudian Hyunseung datang menghampiri Hyemin.

"Annyeong Hyemin-ah" kata Hyunseung.
"Ne,Annyeong Hyunseung oppa" jawab Hyemin lesu.
"Waeyo Minnie?" tanya Hyunseung.
"Ani,Dongwoon tidak masuk hari ini,aku kesepian" jawab Hyemin.
"Baiklah,aku akan menemanimu agar tidak kesepian" kata Hyunseung yang tersenyum lalu dia menarik tangan Hyemin keluar dari kelas.
"Oppa kita mau kemana?" tanya Hyemin pada Hyunseung.
"Ikut saja denganku"

Mereka pun pergi ke belakang sekolah untuk melihat pemandangan kebun di belakang sekolah.

"Bagaimana? Kau suka pemandangan ini?" tanya Hyunseung.
"Ne,aku suka oppa,kamsahamnida" jawab Hyemin.
"Hey,mulai sekarang aku akan menemanimu saat Dongwoon tidak ada"
"Mwo? Jinjja oppa?"
"Jinjja"

Sejak itulah mereka menjadi dekat. Memang Dongwoon sering tidak bersama Hyemin dan Hyunseunglah yang menemani Hyemin. Hingga pada suatu ketika Hyunseung menyatakan perasaannya.

"Minnie,sebenarnya aku jatuh cinta padamu sejak pertama aku melihatmu" kata Hyunseung yang tentu saja sukses membuat Hyemin tersedak saat sedang memakan roti.
"Ohok..Ohok.."
"Eh,mianhaeyo Minnie"
"Ne,gwaenchana Seungie oppa,tapi kau kan tahu aku sudah memiliki Dongwoon"
"Aku tahu,aku sangat tahu"
"Lantas kenapa oppa masih menyatakan perasaanmu padaku?"
"Aku ingin kau menjadi kekasihku Minnie,aku tahu mungkin aku gila karena hal ini,tapi sungguh aku ingin kau menjadi kekasihku,would you be my girlfriend Yong Hye Min?"
"Oppa,kau kan tahu aku sudah mempunyai Dongwoon"
"Aku tahu,dan aku juga tahu kau sedikit menyukaiku bukan? Aku rela menjadi yang kedua"
"Oppa..."
"Jebal Minnie,jebal"
"Ne,oppa aku mau" jawab Hyemin pasrah.

Sejak itu mereka menjalin hubungan secara diam-diam.

Flashback End ------------------

"Minnie" kata sebuah suara yang sangat akrab di telinga Hyemin,Dongwoon.
"Woonie? Ada apa kau kemari?" tanya Hyemin.
"Aku? Aku mengikuti Hyunseung hyung,ternyata dugaanku benar ya,haha" kata Dongwoon kemudian.
"Dugaan apa Dongwoon-ah?" tanya Hyunseung.
"Sudah,kalian tidak perlu berpura-pura lagi,aku tahu kalian menjalin hubungan bukan? Aku sudah menduganya sejak 2bulan yang lalu" jawab Dongwoon.
"Ani,Woonie dengarkan penjelasanku dulu" kata Hyemin.
"You have nothing to say Minnie,we're over. And chukkae for your relationship with Hyunseung hyung,and you hyung,really you're great haha such a great hyung who could betray your namdongsaeng" kata Dongwoon kemudian pergi meninggalkan Hyunseung dan Hyemin.

***

Dongwoon's POV

Tidak aku sangka dugaanku selama ini benar. Mereka memang menjalin hubungan dibelakangku. Astaga,kenapa mereka tega melakukan ini semua padaku? Hyemin,aku sangat-sangat menyayangimu. Tapi kau tega menduakannya. Apa lebihnya sih Hyunseung hyung dibandingkan denganku? Tentu aku jauh lebih tampan,lebih keren,dan lebih manly darinya. Tapi kenapa? Kenapa harus Hyunseung hyung Minnie?

Irreoljul arraseo
Irreoljul arraseo oo
Yehee
ooo yee
ooo girl

"Yoboseyo" kata suara di seberang telepon,Doojoon hyung.
"Ne,yoboseyo hyung"
"Bagaimana Dongwoon-ah?"
"Mereka memang menjalin hubungan itu hyung,sudahlah aku ingin menenangkan diriku dulu"
"Baiklah kalau begitu"

Klik. Telepon di tutup.

Yah,ini sesuai dengan lirik lagu itu. I Knew It. Hahaha astaga Hyemin,benar-benar kau ini. Aku pun melajukan mobilku dengan kecepatan penuh. Ketika aku melewati jalan,aku melihat seorang wanita,Hyemin. Aku pun memberhentikan mobilku dan menghampirinya.

"Minnie" panggilku.
"Woonie" jawabnya. Perlahan dia mulai mendekat dan berbisik di telingaku.
"Jeongmal mianhaeyo,saranghamnida" bisiknya,lalu pergi.

------ Fin -------------------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Posting Komentar